Konflik Iran dan Amerika berdampak naiknya harga berbagai produk plastik dalam negeri karena terganggunya impor bahan baku plastik. Kenaikan harga ini dirasakan sejak pekan kedua Ramadhan dan berlanjut setiap pekannya. Menurut Dewan Pengurus IKAPPI, Reynaldi Sarijowan, kenaikan harga bervariasi, mulai dari Rp 500 hingga Rp 700 per pekan. Ia mengatakan hampir seluruh produk plastik berbahan PE dan PP mengalami kenaika harga yang signifikan.

Beberapa produk plastik berbahan PE atau Polyethylene adalah kantong plastik, kemasan makanan ringan, dan botol. Sedangkan produk plastik berbahan PP atau Polypropylene adalah karung plastik, tutup botol, tempat makanan. Harga kantong plastik naik dari Rp 10.000 menjadi Rp 15.000 per pak sedangkan jenis lain dari Rp 20.000 menjadi Rp 25.000 per pak.

Reynaldi juga mengatakan pemerintah harus segera mencari bahan baku alternatif lainnya untuk menekan dampak lanjutan ke berbagai sektor, mengingat industri dalam negeri masih bergantung kepada bahan baku impor. Kondisi ini menurut IKAPPI merupakan momentum untuk mengurangi penggunaan plastik di pasar tradisional dan menggantinya dengan tas belanja.

Menteri Perdagangan Budi Santoso juga mengatakan kenaikan harga plastik ini dikarenakan konflik Timur Tengah yang mengganggu pasokan nafta yang merupakan bahan baku utama plastik karena diimpor dari Timur Tengah. Pemerintah sedang mencari alternatif impor nafta dari kawasan lain seperti Afrika, Amerika, dan India untuk mengurangi ketergantungan pasokan Timur Tengah.

 

 

Butuh plastik kemasan untuk bisnis Anda? Plastikku.com menyediakan berbagai pilihan plastik. Segera hubungi kami dan temukan solusi kemasan terbaik untuk meningkatkan daya jual produk Anda.

Hubungi Kami